Welcome to World of Aninditatata, Enjoy it :)

Friday, 28 June 2013

apakah luka itu bernama kehilangan ?


Ketika aku berdiri, aku berharap kakiku kuat menopang . Pertengkaran itu membuatku merasa bersalah . entah kenapa aku merasa takut, takut kehilangan. Berbanding lurus dengan perkataanmu yang menegaskan bahwa ketakutanku justru akan menjadi sugesti “kamu akan meninggalkan aku”. Dadaku penuh sesak. Aku mencoba hiraukan ketika kamu berkata “berakhir”. Aku mencoba menghadang tetesan air mata ini mengalir, senyumku kulepaskan .  Aku bohong, hati ini berdusta. Sejujurnya aku ingin menangis, sejujurnya dadaku tak sanggup menahan sesak tapi aku tak tahu apa yang seharusnya aku lakukan. Mataku tak bisa terpejam . 4, 5, 6, 7 jam hingga pagi, mata ini masih terbuka . Pikiran ini masih tertuju kepada satu, “kamu”. Tanganku menengadah, meminta kepada tuhan. Karna psikiater paling ampuh adalah tuhan. Aku mencoba tegar. Karna memiliki perasaan seperti ini bukan pertama kali buatku. Aku pernah merasakan perasaan yang sama, sakit yang sama dan sesak yang hampir sama. Hanya saja aku ragu apa caraku mengobatinya akan sama. Apakah obat dari luka basah itu bernama kehilangan ?. Mengapa kehilangan itu sakit, karna ketika kita kehilangan seseorang, tanpa kita sadari separuh hati kita terbawa hilang olehnya. Luka yang basah akan kering, tapi pasti akan berbekas. Aku hanya bisa berharap, hatiku mulai lelah merasakan sakitnya. Suatu saat aku yakin kamu akan mengerti. Mengerti apa itu kehilangan, apa itu sakit dan apa itu cinta. Tuhan masih memberimu celah untuk bersenang-senang. Kamu hanya butuh belajar, belajar menghargai cinta. Terlalu muluk mungkin buatmu membicarakan cinta. Kamu tak pernah peduli. Aku tak pernah berharap kamu tahu, bahwa tiap tetes air mataku adalah tentang kamu. Aku tak pernah berharap kamu mengerti bahwa disetiap doaku terselip namamu. Aku hanya berharap kamu percaya bahwa aku mencintaimu. 

No comments:

Post a Comment