ya Allah, jika benar apa yang aku rasakan ini adalah cinta .
aku memintaMu menjaganya .
bukan karena membenci kehadirannya .
namun aku menjaga kesuciannya .
bukan karena menghindari dunia .
namun aku mencari surganya .
ya Allah, aku hanya mampu mencintainya dari kejauhan .
karna hadirku hanya akan merusak keimanannya .
karna keberadaanku mungkin takkan mampu menjauhkannya dari cobaan .
aku mencintainya dengan kesederhanaan .
karna mengharapkan balasan hanya akan membummbui kebahagiaan syeitan .
ya Allah, aku mencintainya dengan keikhlasan .
menyimpan rasanya hanya dalam hati .
karna aku tak mungkin mendapatkan Ali, karena aku tak sehebat Fatimah .
aku serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal pada Yang Memberi dan Memilikinya .
karena aku percaya keindahan pada masa yang telah ditentukan .
Tuesday, 16 July 2013
Friday, 5 July 2013
Kenapa kamu tidak menyadari keberadaanku, padahal aku selalu ada.
Aku butuh pantai, butuh sentuhan ombak yang menggebu. butuh sedikit celah untuk dapat menghela nafas yang panjang. aku rapuh, jiwaku lemah. aku tak pernah menyalahkan cinta. karna cinta adalah kekuatan, bukan justru kelemahan. bukan cinta yang membuatku hancur, tapi kenyataan bahwa cintamu hanya sebatas kata. ketika apa yang didasari cinta, melukai. ketika apa yang dinamakan cinta, menyakiti. aku menyadari, itu bukan cinta yang dimaksud. cinta itu mempertahankan, menjaga, menghargai. bukan memanfaatkan, menyakiti dan melukai. dan aku baru tersadar, aku terluka. luka yang buatku terlalu dalam. aku terjatuh, lagi. terkadang aku berpikir, ini salahku, salah diriku. entah sikapku annoying buatmu, entah egoku yang terlalu besar. tapi satu yang bisa aku tangkap "cinta adalah pertemuan dua aku. jika hanya ada satu aku, itu bukan cinta". kenapa harus hanya ada aku, kenapa hanya aku yang sakit ? kenapa hanya aku yang berjuang ? kenapa hanya aku yang rela dibohongi ? kenapa hanya aku yang mempertahankan kamu ? . lihat aku, lihat hatiku. tengoklah, ada gambaran dirimu didalamnya. kenapa kamu tidak menyadari keberadaanku, padahal aku selalu ada.
aku tidak pernah memintamu setia, jika kamu merasa dirimu lebih menguasai kedewasaan yang ada, tanpa aku harus memintamu setia, kamu pasti akan melakukannya. jika kamu merasa dirimu dewasa melebihi kedewasaan yang aku punya, tanpa aku memintamu menjaga perasaanku, kamu pasti akan dengan sendiri menjaga perasaanku. aku memang anak kecil yang bodoh. yang tak bisa menggapai permen coklat lalu menangis. aku memang anak kecil yang bodoh, yang tak bisa membaca, lalu menangis. tapi aku memiliki rasa, hati dan perasaan yang meraung-raung minta dihargai. kapan aku bisa menjadi sosok wanita dewasa dimata indahmu, ketika semua usahaku menjadi apapun yang kamu mau selalu saja keliru. ketika aku menjadi seseorang yang bukan diriku.
kamu jauh lebih dewasa, menyukai kedewasaan. dan bukan aku sosok yang kamu cari, bukan sosok yang kamu anggap anak kecil ini. bukan aku yang selalu menyebalkan saat bertemu, bukan aku yang selalu merusak hari-harimu, iya bukan aku yang kamu cari.
aku tidak pernah memintamu setia, jika kamu merasa dirimu lebih menguasai kedewasaan yang ada, tanpa aku harus memintamu setia, kamu pasti akan melakukannya. jika kamu merasa dirimu dewasa melebihi kedewasaan yang aku punya, tanpa aku memintamu menjaga perasaanku, kamu pasti akan dengan sendiri menjaga perasaanku. aku memang anak kecil yang bodoh. yang tak bisa menggapai permen coklat lalu menangis. aku memang anak kecil yang bodoh, yang tak bisa membaca, lalu menangis. tapi aku memiliki rasa, hati dan perasaan yang meraung-raung minta dihargai. kapan aku bisa menjadi sosok wanita dewasa dimata indahmu, ketika semua usahaku menjadi apapun yang kamu mau selalu saja keliru. ketika aku menjadi seseorang yang bukan diriku.
kamu jauh lebih dewasa, menyukai kedewasaan. dan bukan aku sosok yang kamu cari, bukan sosok yang kamu anggap anak kecil ini. bukan aku yang selalu menyebalkan saat bertemu, bukan aku yang selalu merusak hari-harimu, iya bukan aku yang kamu cari.
Thursday, 4 July 2013
Ingatkah kamu pada yang menciptakanmu ragamu ?
selamat malam kedamaian yang sedikit kuganggu. aku menunggumu, mencarimu kesana kemari. aku membutuhkan sentuhanmu wahai kedamaian. aku tahu aku tak mungkin mendapatkanmu abadi. namun sementara ini aku membutuhkanmu. saat ini, aku belum bisa damai. damai dengan perasaanku sendiri. memuncak, setinggi-tingginya emosi. membara layaknya api. seketika berpikir, ingatkah mereka padaku ? pada diriku yang mereka injak-injak. pada diriku yang mereka rendahkan. ya Rabb, Engkau Maha tau segala. aku tak mungkin bisa membalasnya. buatku cukup menyakitkan, cukup menguras energi untuk menghilangkan dendam. menjauhlah aku dari kebencian. mereka belum sadar, bahwa what you do is what you get. bukan karma karna dalam agamaku yang baik tidak mengenal karma. semacam hasil, dari apa yang kau tanam. wahai engkau yang melukai, ingatkah kamu pada yang menciptakan ragamu ? jiwamu ? mulut, tangan dan kakimu ? bukan untuk merendahkanku, bukan untuk melukai perasaanku. tapi untuk menjaga sesama. doaku menyertai kebaikanmu, kembali pada dasarmu manusia yang baik parasnya, baik hatinya. agar di ridhoi jalanMu menuju SurgaNya.
Subscribe to:
Comments (Atom)