dear wednesday,
aku mengerti seberapa berat beban yang harus bisa kupikul sendiri. untung ada kamu, iya kamu yang terkadang meringankan seperempat timbangan beban yang aku punya. membuat aku berada pada titik ternyaman. kamu memberiku fasilitas ruang kenyamanan yang bisa aku tempati. kamu memberiku udara sejenis oksigen untuk dapat kuhirup dan sekedar menghela nafas. aku ingat ketika orang bilang "kata hati adalah ketulusan yang paling jujur dibanding apapun" dan saat itu aku mulai percaya pada kata hati. karna aku yakin, apa yang aku kutip didalam hati adalah yang paling jujur. terkadang orang lebih memilih berbohong untuk menutupi kata hati. padahal jika jujur adalah pilihan terbaik, kenapa kita harus dengan sengaja memberi ruang pilihan "berbohong". "hati hati dengan hati" aku mengutip kata kata ini dari seseorang, yang memperjelas bahwa hati bisa membuat kamu merasa bahagia tapi kamu juga bisa merasa sakit karenanya. lagi lagi aku mengutip kata kata ini "jika kamu siap untuk mencintai, itu berarti kamu harus bersiap sakit hati" seolah cinta hadir sepasang dengan kesakitan. lalu banyak pertanyaan, untuk apa dihadirkan cinta bila akhir dari cinta adalah kesakitan. hanya kamu dan hatimu yang dapat menjawab segala pertanyaan dan pernyataan tentang hati dan cinta. karna cinta adalah merasa dan hati yang perasa. kadang aku bisa menjadi orang yang sangat munafik dengan hati. merasa tidak memerlukan padahal aku masih mencari. merasa akan baik baik saja padahal aku sedang berjuang menahan perih. lagi lagi kutunjukan ketidaksempurnaanku dimata Allah. aku menemukanmu ditengah terik rasa sakit, kamu menopangku untuk tetap berdiri. kamu layaknya penyangga agar aku tidak terjatuh. kamu memberiku banyak arti bahkan sangat berarti. kamu memberiku pelajaran untuk dapat "menerima". dan aku rasa kamu layak aku sebut sesuatu "berharga" :')
Wednesday, 27 February 2013
Monday, 25 February 2013
one
Kamu, membuat aku
bingung dan selalu bertanya. Bertanya pada hati dan pikiran, entah apa yang aku
rasakan. Kamu membuat aku lupa apa rasanya sakit, lupa rasanya terjatuh, dan
lupa rasanya benci. Aku jatuh cinta, perasaan yang terkadang bersifat ambigu
buat orang-orang yang mendengarnya. Tapi aku, aku tidak bisa mendeskripsikan
itu dengan nama lain selain jatuh cinta. Bertemu, tersenyum, bersama. Terkadang
aku harus menahan rasanya berpisah, seolah aku ingin kamu selalu berada
didekatku. Tau rasanya tidur dengan bantal, guling dan kasur yang empuk ? ya,
nyaman sekali seperti ketika aku berada tepat disampingmu. Tau rasanya
berselimut dengan selimut yang lembut ketika hawa dingin menusuk tubuhmu ? ya,
amat sangat hangat seperti ketika aku berada dalam dekapan tubuh dan genggaman
tanganmu. Kadang aku suka lupa dan terlalu asik bercerita tentangmu pada tuhan,
ya kamu adalah sesuatu yang selalu aku perbincangkan pada tuhan. Satu bait
kecil doaku, semoga ini bukan sementara, semoga ini untuk selamanya. Entahlah
mengapa aku bisa seperti ini, bukan karena terpesona oleh tampan wajahmu. Aku
kagum sosok dirimu, sosok yang jarang sekali kutemui. Kamu membuat aku mengerti
bahwa cinta itu adalah pengorbanan. Mengenal sosokmu adalah satu anugrah
bagiku. Tuhan, jika boleh aku meminta izinkan aku untuk sementara menikmati
rasa cinta ini sebelum Engkau memanggilku. Aku ingin membuatnya bahagia
bersamaku walau hanya sementara.
Subscribe to:
Comments (Atom)