Welcome to World of Aninditatata, Enjoy it :)

Sunday, 30 June 2013

Hubungi aku dan katakan aku merindukanmu :')

siang ini panas sekali. gerah, ku usap keringat yang hampir menetes. sejenak aku berpikir, mengingat tentang kamu :). ya kamu dan aku ketika dulu menjadi kita, ketika saat itu kita bersama-sama berjalan tak peduli hujan begitu pun terik matahari. bayangan itu sirna, ketika silau cahaya matahari memantul lewat spionku. aku melamun ditengah jalan. kemarin malam ketika kamu berkata, ada hal lain yang lebih penting dari cinta yang harus kamu selesaikan. saat itu juga kamu memintaku menyudahi ini. menyudahi semua cerita tentang kita, iya tentang kamu dan aku. aku stuck dan sempat terdiam, kata-kata apa yang pantas untuk membalas pesanmu. aku sangat sangat mengerti maksudmu. lalu aku bisa apa, ketika kamu meminta kita berakhir sementara untuk 2 bulan ini. bisakah kamu memastikan setelah bulan kedua berakhir, kita kembali seperti dulu ?. entahlah, ketika cinta mengharuskanku menunggu aku pasti menunggu. terkesan berharap, tapi ini memang harapan. karena kesempatan kedua itu ada bagi siapa saja, tapi ketika kamu tidak mendapatkan kesempatan kedua itu karna kamu tidak menghargai kesempatan pertama. seketika aku berpikir, ketika aku harus makan siang sendiri, tanpamu. pergi ke masjid ketika panggilan ibadah datang, tanpamu. bercanda, tertawa, share tentangmu, tentangku, tentang kita, lagi dan lagi tanpa ada kamu. aku yakin aku bisa menunggumu, ketika perasaanku memang terjaga. iya, petik kalimatku yang satu ini.
"Sayang, jika kamu sudah puas memintaku untuk berpikir, jika kamu sudah menyelesaikan apa yang memang ingin kamu selesaikan, datanglah kerumahku, buka contact personku di handphonemu, hubungi aku dan katakanlah aku merindukanmu, aku ingin kamu kembali, menjadi kita
" :').

Saturday, 29 June 2013

Semoga kamu menemukan sesuatu yang membuatmu mengingatku :')

Pagi hari dimana aku menemukan suasana baru. oh, bukan baru mungkin lebih tepatnya mengulang apa yang pernah aku rasakan. sendiri itu pilihan, pilihan siapa ? tentu bukan pilihanku. kadang aku berpikir mungkin aku terlalu bodoh harus sampai seperti ini mempertahankanmu. tapi buatku, aku jauh lebih bodoh ketika melepaskan seseorang seperti kamu. seseorang yang mampu menopang aku, menggenggam tanganku ketika terjatuh. seseorang yang mengusap air mataku ketika aku menangis. ah~ itu indah, saat itu indah. aku mencoba merebahkan diri ini dan memejamkan mata. berharap kamu ada ketika aku membuka mata. tapi ini mimpi, bukan, ini khayalan. seandainya aku punya kekuatan untuk mengulang waktu, memutarnya dan tidak akan melakukan hal bodoh itu. aku pasti akan melakukannya. ketika pemikiranku yang terlalu kekanakan membuatmu benci, ketika kelakuanku yang manja membuatmu jenuh. andai saja waktu berbaik hati memutar kembali masanya. sayang, mungkin terlalu muluk untukku berharap kamu membaca ini. tapi jika suatu hari kamu memutuskan untuk membaca sampahanku ini. aku hanya ingin kamu tahu, apa yang membuatmu benci adalah cara yang aku lakukan untuk menjagamu, iya menjaga dari orang-orang yang berusaha merebut perhatianmu dariku. ketika apa yang membuatmu jenuh adalah usahaku untuk tetap membuat simpul kebahagiaan diwajahmu. dan aku baru mengerti bahwa semua itu adalah hal yang tak kamu suka. ketika semua perhatian yang kau anggap berlebihan membuatmu risih. maafkan aku, aku hanya mencoba menjadi satu-satunya dihatimu. tapi kini sudah berakhir, ketika kamu memintaku berpikir. kita sudah tidak menjadi kita. kini hanya kamu dan aku. saat menangis pun aku sudah tak mampu, seburuk itukah diriku . pagi ini aku duduk, merenung ditemani iced coffee. saat ini juga aku mengingatmu yang doyan minum kopi. aku tersenyum kecil. semoga kamu menemukan sesuatu yang bisa mengingatkanmu tentangku. ah~ semoga :')

Friday, 28 June 2013

apakah luka itu bernama kehilangan ?


Ketika aku berdiri, aku berharap kakiku kuat menopang . Pertengkaran itu membuatku merasa bersalah . entah kenapa aku merasa takut, takut kehilangan. Berbanding lurus dengan perkataanmu yang menegaskan bahwa ketakutanku justru akan menjadi sugesti “kamu akan meninggalkan aku”. Dadaku penuh sesak. Aku mencoba hiraukan ketika kamu berkata “berakhir”. Aku mencoba menghadang tetesan air mata ini mengalir, senyumku kulepaskan .  Aku bohong, hati ini berdusta. Sejujurnya aku ingin menangis, sejujurnya dadaku tak sanggup menahan sesak tapi aku tak tahu apa yang seharusnya aku lakukan. Mataku tak bisa terpejam . 4, 5, 6, 7 jam hingga pagi, mata ini masih terbuka . Pikiran ini masih tertuju kepada satu, “kamu”. Tanganku menengadah, meminta kepada tuhan. Karna psikiater paling ampuh adalah tuhan. Aku mencoba tegar. Karna memiliki perasaan seperti ini bukan pertama kali buatku. Aku pernah merasakan perasaan yang sama, sakit yang sama dan sesak yang hampir sama. Hanya saja aku ragu apa caraku mengobatinya akan sama. Apakah obat dari luka basah itu bernama kehilangan ?. Mengapa kehilangan itu sakit, karna ketika kita kehilangan seseorang, tanpa kita sadari separuh hati kita terbawa hilang olehnya. Luka yang basah akan kering, tapi pasti akan berbekas. Aku hanya bisa berharap, hatiku mulai lelah merasakan sakitnya. Suatu saat aku yakin kamu akan mengerti. Mengerti apa itu kehilangan, apa itu sakit dan apa itu cinta. Tuhan masih memberimu celah untuk bersenang-senang. Kamu hanya butuh belajar, belajar menghargai cinta. Terlalu muluk mungkin buatmu membicarakan cinta. Kamu tak pernah peduli. Aku tak pernah berharap kamu tahu, bahwa tiap tetes air mataku adalah tentang kamu. Aku tak pernah berharap kamu mengerti bahwa disetiap doaku terselip namamu. Aku hanya berharap kamu percaya bahwa aku mencintaimu.