ceritaku,
dimulai dari "bahagia itu sederhana",
sesederhana aku mengenalmu .
bahagia itu sederhana,
sesederhana aku menyayangimu .
bahagia itu sederhana,
sesederhana aku dan kamu menjadi kita .
"aku cuma mencoba jadi orang yang bisa buat kamu tersenyum" katamu .
dan aku bahagia .
aku sayang kamu, dan seandainya ada perasaan yang lebih dari itu aku pasti akan ngungkapin itu buat kamu .
eh tiba tiba keinget kamu, rindu itu sesederhana ini ternyata .
ngomong-ngomong soal cinta, cinta itu soal tanggung jawab tehadap harapan dan perasaan yang terletak didalamnya .
aku belajar menjagamu, belajar mencintaimu, belajar menjadi yang terbaik buat kamu dan buat kita .
aku tau aku jatuh cinta, ketika sejelek atau seburuk apapun orang memandangmu, aku tetap ingin bersamamu .
jadikan ucapan "aku sayang kamu" sebagai selimut yang menghangatkan. selamat mendamaikan malam Fariz Setiawan ku :*
Wednesday, 6 March 2013
Friday, 1 March 2013
two
Jangan sesekali menyerah jika
masih merasa sanggup. Cinta mengubah keruh menjadi bening. Cinta adalah
keabadian, cinta mampu melunakkan besi. Kita tidak akan pernah tahu kapan kita
jatuh cinta, tapi ketika saat itu datang raihlah cinta itu dan jangan pernah lepaskan
genggamannya. Terkadang aku mencoba menjauh, tapi sulit. Amat sangat berbeda
ketika dengan mudahnya aku jatuh cinta. Lucu ya ? namun entah dengan cara apa
aku bisa mengekspresikan ini. Bahagia ? sedih ? entahlah, mungkin aku galau.
Iya, aku galau sayang. Aku mencoba menahan rindu, ketika kamu ingin aku untuk
berhenti sejenak mengganggumu. Aku berhenti, walaupun terkadang rindu itu
sakit. Jangan sedih, rindu bukan sesakit sakit hati loh. Ada cinta terselip
diantaranya. Itu yang membuat rindu kadang sedih dan kadang indah. Bahkan,
menangis pun ku tak pernah mampu.
Kadang kita harus dihadapkan dengan 2 pilihan,
sakit atau bertahan. Sakit karna harus melepaskan apa yang tadinya kita miliki
dan bertahan demi yang kita miliki namun menyakiti seorang yang lain. Kamu, iya
kamu. Kamu alasanku bertahan. Meniti satu persatu jarum yang mungkin kadang
bisa melukai. Tapi kamu tau, itu loh ujiannya. Aku menikmatinya karna aku
menyayangimu. Kamu itu sesuatu yang awalnya membuatku ragu dan membuatku malu
karna sikapmu. Tapi kamu, kamu seolah memberiku genggaman cinta dalam hati. Ah,
entah mengapa aku bisa se-pujangga ini. Karna kamu loh.
Subscribe to:
Comments (Atom)